Friday, 22 November 2019 | 21.49 WIB
Metro24Jam>ShowBiz>Ahmad Dani Dinyatakan Bersalah Dalam Kasus Ujaran Kebencian, Divonis 18 Bulan Penjara dan Langsung Dibui

Ahmad Dani Dinyatakan Bersalah Dalam Kasus Ujaran Kebencian, Divonis 18 Bulan Penjara dan Langsung Dibui

Tuesday, 29 January 2019 - 08:06 WIB

IMG-1451

Ahmad Dhani saat akan memasuki mobil tahanan sebelum dibawa ke LP Cipinang. (Liputan6)

JAKARTA, metro24jam.com – Ahmad Dhani Prasetyo dijatuhi hukuman 1 tahun enam bulan kurungan penjara dalam kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) yang dilakukannya. Putusan tersebut dibacakan H Ratmoho selaku Hakim Ketua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

“Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan menyebarkan informasi dan ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan ras, suku atau golongan. Dan menjatuhkan hukuman 1 tahun enam bulan penjara,” kata Ratmoho, mengutip Liputan 6, Senin (28/1/2019).

Selain itu, Ratmoho meminta sejumlah barang bukti disita untuk dimusnahkan.

“Menetapkan barang bukti berupa flash disk berupa isi screenshot twitter. Selain itu, handphone beserta simcard Indosat, XL dirampas untuk dimusnahkan dengan cara dinonaktifkan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Keminfo). Kemudian, satu email dan akun twitter juga dirampas dan dimusnahkan,” imbuhnya.

Ratmoho menilai Ahmad Dhani terbukti melanggar pasal 45 huruf A ayat 2 junto 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Junto UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE junto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa. Adapun pertimbangan putusan tersebut, hal yang memberatkan adalah meresahkan masyarakat, berpotensi memecah belah antar golongan. Sedangkan yang meringankan koperatif selama persidangan, dan tidak pernah dihukum.

Langsung Dibui

Seusai sidang, Ahmad Dhani didampingi pengacara langsung menuju ke mobil tahanan kejaksaan yang terparkir di halaman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat menaiki mobil Dhani dan pengacara diam seribu bahasa. Ia hanya berpose salam dua jari. Di dalam mobil tahanan Dhani juga ditemani putranya yang bernama Dul.

Sementara itu, beberapa pendukung Ahmad Dhani yang menyaksikan persidangan terus mengumandangkan takbir. Ada pula yang menanggis histeris sembari berteriak-teriak. “Ini enggak adil. Ini enggak adil,” ucap dia.

Terpisah, Jaksa bernama Sarwoto menyatakan Ahmad Dhani langsung dibawa ke Lapas. “Langsung dibawa ke Lapas Cipinang,” singkat Sarwoto kepada wartawan.

Awal Kasus

Melansir Liputan6.com, Senin (28/1/2019), kasus dugaan hatespeech ini bermula dari ujaran Ahmad Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 Ganti Presiden, Minggu (29/8/2018).

Namun dia dihadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga Dhani harus tetap berada di hotel. Saat itulah Dhani mengeluarkan ucapannya. Dalam videonya, Dhani diduga menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

“Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa,” ucap Dhani dalam video itu.

Sebelum kasus dugaan ucapan idiot ini, Dhani memang telah beberapa kali dilaporkan ke pihak kepolisian. Status tersangka dalam dua kasus telah diterima Dhani.

Pertama pada 2 Desember 2016, Dhani diumumkan polisi sebagai tersangka kasus makar. Awal mulanya, Dhani dan sembilan aktivis ditangkap polisi pada malam sebelumnya, yakni Kamis, 1 Desember 2016.

Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Selain Dhani, ada nama lain yang ditangkap yaitu Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet.

Terhadap Dhani dan tujuh orang lainnya yang ditangkap, polisi menerapkan pasal tentang makar atau upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah berdasarkan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP. Pasal makar ancaman pidananya adalah penjara seumur hidup.

Kasus kedua yaitu pada 28 Agustus 2017, Dhani kembali menjadi tersangka. Kali itu dia diumumkan menjadi tersangka oleh Polres Jakarta Selatan dalam kasus cuitan sarkastik di akun Twitter-nya.

Kasus ini berawal ketika Ahmad Dhani dilaporkan relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (BTP Network) pada 10 Maret 2017, gara-gara cuitan sarkastis di akun Twitter-nya.

Dalam cuitannya, Dhani menyebut siapa saja pendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi. Unggahan akun Twitter @AHMADDHANIPRAST pada 06 Maret 2017, pukul 14.59 WIB: “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya ADP”.

Kemudian pada 7 Februari 2017 (pukul 08.14 WIB) ada unggahan dari akun tersebut. “Yg menistakan Agama si Ahok Yg diadili KH Ma’mf Amin ADP.”

Laporan dari Ketua BTP Network Jack Boyd Lapian diterima Polda Metro Jaya dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor LP/1192/III/2017/PMJ/Ditreskrimsus. Jack melaporkan Dhani dengan tuduhan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berdasarkan posting-an atau unggahan lain antara 7 Februari sampai dengan 7 Maret 2017 serta komentar cuitan itu terkait dengan proses sidang kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka tindak pidana.

Pledoi Ditolak

Ahmad Dhani seusai mendengarkan putusan majelis hakim. (Liputan6)

Pengacara Ahmad Dhani, yakni Hendarsam Marantoko, membacakan pleidoi. Salah satu poinnya menyatakan, tiga twit kliennya tidak berdiri sendiri dan tidak dapat dihubungkan satu dengan yang lain.

Alasan pengacara, akun Twitter terdakwa bukan akun khusus yang dibuat Dhani untuk Ahok saja. Ini dapat dilihat dalam Twitter terdakwa yang membahas banyak hal. Kemudian juga tidak terdapat penomoran pada ketiga twit yang didakwakan penuntut umum sebagai dasar keterkaitannya.

Sementara jaksa penuntut umum (JPU), Yanti, membantah materi pleidoi dengan mengutip keterangan ahli.

Menurut dia, berdasarkan posting-an atau unggahan lain antara 7 Februari sampai dengan 7 Maret 2017 serta komentar posting-an/unggahan akun Twitter @AHMADDHANIPRAST pada 06 Maret 2017, pukul 14.59 WIB: “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi muka nya ADP” terkait dengan proses sidang kasus Sdr. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka tindak pidana.

Selain itu, twit Ahmad Dhani dinilai sebagai pernyataan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau golongan penduduk Negara Indonesia dan dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

“Sebagai contoh, pada 7 Februari 2017 (pukul 08:14 WIB) ada unggahan dari akun tersebut, “Yg menistakan Agama si Ahok Yg diadili KH Ma’mf Amin ADP”. Pernyataan atau kalimat itu dengan jelas menyebut nama dan perbuatan seseorang yang terkait dengan proses persidangan tersebut,” kata Yani, Senin, 7 Januari 2019.

Ia menyatakan, unggahan akun Twitter itu juga dapat dikatakan terkait dengan Pilkada DKI 2017 yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai cagub DKI Jakarta periode 2017-2022, terutama unggahan pada 7 Maret 2017, pukul 12.00 WIB.

Karena itu, jaksa berpendapat perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Maka kami menyatakan tetap pada tuntutan yang telah kami bacakan pada persidangan hari Senin tanggal 26 November 2018,” ujar dia.

Dalam sidang yang berlangsung 26 November itu, jaksa meminta majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Ahmad Dhani. Ini lantaran Dhani dinilai terbukti secara sah menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan. (l6/asp)


KOMENTAR ANDA
Berita Terkini Lainnya
Malam Ini, Andmesh dan Judika Buai Warga Medan Lewat ‘Konser Karena Cinta’
Musik - Saturday, 26 October 2019 - 20:44 WIB

Malam Ini, Andmesh dan Judika Buai Warga Medan Lewat ‘Konser Karena Cinta’

Menyambut Hari Listrik Nasional, Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama Persisi Entertaiment hadir mempersembahkan 'Konser Karena Cinta' dengan menampilkan Andmesh Kamaleng ...
Antisipasi Narkoba, Fokusmaker Deliserdang Gelar Festival Music Acoustic Competition
Musik - Saturday, 24 August 2019 - 22:15 WIB

Antisipasi Narkoba, Fokusmaker Deliserdang Gelar Festival Music Acoustic Competition

Sebanyak 12 band asal Deliserdang berlaga di Fokusmaker Festival Music Acoustic Competition, di Lalu Kopi, Jalan Pahlawan, Kecamatan Tanjung Morawa, ...
Biaya Perawatan Kecantikan Krisdayanti Bisa Seharga Rp100, Apa Aja Sih?
Artis - Wednesday, 23 January 2019 - 11:48 WIB

Biaya Perawatan Kecantikan Krisdayanti Bisa Seharga Rp100, Apa Aja Sih?

Krisdayanti termasuk salah satu artis yang paling bisa menjaga kecantikannya. Mulai dari perawatan hingga melakukan operasi plastik.Menjaga wajah dan tubuh ...
Vanessa Angel Jadi Tersangka Prostitusi Online, Sudah Berkali-kali Transaksi
Gosip - Thursday, 17 January 2019 - 06:50 WIB

Vanessa Angel Jadi Tersangka Prostitusi Online, Sudah Berkali-kali Transaksi

Polisi akhirnya menetapkan Vanessa Angel sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online. Sebelumnya, Vanessa hanya berstatus sebagai saksi korban, karena menjadi ...
Terlibat Jaringan Narkoba, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Ditangkap Polisi
Artis - Thursday, 17 January 2019 - 06:30 WIB

Terlibat Jaringan Narkoba, Asisten Pribadi Ivan Gunawan Ditangkap Polisi

Polisi mengamankan seorang lelaki berinisial AJA (36), yang diketahui berprofesi sebagai asisten pribadi artis dan juga presenter kondang Ivan Gunawan, ...
Wajah Mirip Barbie, Aldira Chena Disebut Operasi Plastik?
Gosip - Sunday, 13 January 2019 - 09:27 WIB

Wajah Mirip Barbie, Aldira Chena Disebut Operasi Plastik?

Nama Aldira Chena kini tengah ramai dibicarakan di media sosial. Wajah cantiknya memang memikat banyak kaum Adam. Selain itu, selebgram ...
Place your ads here...